Instant download
High-quality HTML5, Bootstrap, and Tailwind templates to accelerate your development workflow. Find the perfect asset to bring your ideas to life.
Template terbaru yang baru saja mendarat di toko kami.
Tips, trik, dan update terbaru seputar desain web.
Tutorial
Dalam pengembangan web modern, mengatur gambar seringkali menjadi tantangan tersendiri. Mulai dari memastikan gambar tidak gepeng (distorted), menyesuaikan rasio (aspect ratio), hingga membuatnya responsif di berbagai ukuran layar. Pada artikel ini, kita akan membahas perbandingan mendalam antara CSS Biasa dan Tailwind CSS dalam menangani gambar, serta mana yang lebih efisien untuk workflow Anda. 1. Perbedaan Mindset Sebelum masuk ke teknis, penting untuk memahami perbedaan dasar pendekatan keduanya. CSS Biasa: Anda menulis logika styling di dalam file .css (misalnya style.css). Di HTML, Anda hanya memanggil nama class-nya (misal: <img class="hero-image">). Tailwind CSS: Anda menulis logika styling langsung di dalam atribut class pada elemen HTML menggunakan utility classes. Tidak perlu bolak-balik membuka file CSS. Ringkasnya: CSS Biasa memisahkan struktur dan gaya, sedangkan Tailwind menggabungkannya untuk kecepatan development. 2. Mengatur Ukuran Dasar (Width & Height) Mari kita lihat cara mengatur lebar gambar agar responsif (penuh di layar kecil, dibatasi di layar besar). Cara CSS Biasa, Anda perlu membuat class di file CSS terpisah. /* style.css */.responsive-img { width: 100%; max-width: 600px; /* Membatasi lebar maksimal */ height: auto; /* Menjaga rasio asli gambar */}<!-- index.html --><img src="gambar.jpg" class="responsive-img" alt="Deskripsi">Cara Tailwind CSS Anda tidak perlu file CSS tambahan. Cukup tulis di HTML. <img src="gambar.jpg" class="w-full max-w-[600px] h-auto" alt="Deskripsi">Analisa: w-full: Set lebar 100%. max-w-[600px]: Set lebar maksimal 600px (bisa juga pakai max-w-md, max-w-2xl, dll). h-auto: Tinggi otomatis mengikuti rasio. Kesimpulan: Tailwind lebih cepat untuk kasus one-off (gambar unik), sementara CSS Biasa lebih rapi jika class tersebut digunakan berulang-ulang di banyak tempat. 3. Object-Fit & Object-Position (Anti-Gepeng) Ini adalah fitur paling krusial. Pernahkah gambar Anda jadi gepeng saat dipaksa memasuki kotak yang tidak sebanding? Solusinya adalah object-fit. .hero-image { width: 100%; height: 400px; /* Paksa tinggi 400px */ object-fit: cover; /* Crop gambar agar memenuhi kotak */ object-position: center; /* Fokus di tengah */}Cara Tailwind CSS<img src="hero.jpg" class="w-full h-[400px] object-cover object-center" alt="Hero">Penjelasan Kelas: object-cover: Sama dengan object-fit: cover. Gambar akan terpotong (crop) dengan rapi agar mengisi seluruh area w-full dan h-[400px] tanpa berubah bentuk (gepeng). object-center: Menempatkan fokus gambar di tengah. Bisa juga diganti object-top atau object-bottom. Kesimpulan: Tailwind sangat intuitif. Anda bisa langsung menebak fungsi classnya hanya dengan membaca namanya. 4. Aspect Ratio (Rasio Gambar) Untuk thumbnail atau kartu berita, menjaga rasio gambar (misalnya 3:2 atau 16:9) sangat penting agar layout grid tidak berantakan. CSS modern sekarang mendukung properti aspect-ratio. Studi Kasus: Thumbnail 3:2 (Seperti 900x600 px) CSS Biasa /* style.css */.thumb-container { width: 100%; aspect-ratio: 3 / 2; /* Rasio 3 banding 2 */ overflow: hidden; /* Mencegah gambar keluar border */}.thumb-container img { width: 100%; height: 100%; object-fit: cover;} Tailwind CSS Di Tailwind (versi 3+), kita menggunakan utility aspect-[...]. <div class="aspect-[3/2] w-full overflow-hidden rounded-xl"> <img src="thumbnail.jpg" class="h-full w-full object-cover" alt="Thumbnail" ></div>Mengapa Tailwind menang di sini? Jika Anda memiliki 5 jenis kartu dengan rasio berbeda (Square, 4:3, 16:9, 3:2, 21:9), di CSS Biasa Anda harus membuat 5 class berbeda. Di Tailwind, Anda cukup mengubah angka di aspect-[...] langsung di HTML tanpa menyentuh file CSS sama sekali.5. Gambar sebagai Background Image Kadang kita menggunakan div dengan background image alih-alih tag img (misalnya untuk Hero Banner). .hero-bg { background-image: url('banner.jpg'); background-size: cover; background-position: center; background-repeat: no-repeat; min-height: 500px;}Tailwind CSS<div class=" bg-[url('banner.jpg')] bg-cover bg-center bg-no-repeat min-h-[500px]"> <!-- Konten di atas gambar --></div>Ini sangat berguna jika banner tersebut hanya muncul di satu halaman saja (misal halaman Landing Page). Anda tidak perlu "mencemari" file CSS global dengan kode yang spesifik untuk satu halaman.6. Responsiveness: Media Query Tanpa Pusing Ini adalah "senjata rahasia" Tailwind. Mengubah ukuran gambar berdasarkan ukuran layar menjadi sangat mudah. Kasus: Gambar tingginya 300px di HP, dan menjadi 500px di Desktop. CSS Biasa (Verbose) , Anda harus menulis @media di file CSS. .responsive-height { width: 100%; height: 300px; object-fit: cover;}@media (min-width: 768px) { .responsive-height { height: 500px; }}Tailwind CSS (Satu Baris) Gunakan prefix md: (tablet/desktop) di class HTML yang sama. <img src="banner.jpg" class="w-full h-[300px] md:h-[500px] object-cover" alt="Banner">Penjelasan: h-[300px]: Default untuk Mobile. md:h-[500px]: Meningkat menjadi 500px mulai dari ukuran layar md (768px) ke atas. Dengan Tailwind, Anda bisa melihat seluruh perilaku elemen hanya dengan melihat satu baris kode HTML tersebut, tanpa perlu scroll ke bawah di file CSS untuk mencari @media.
Read More
Tutorial
3. Konsep Inti yang Harus DikuasaiIni adalah "balok LEGO" yang paling sering digunakan untuk layout. a. Spasi & Ukuran (Padding, Margin, Width, Height) Padding (jarak dalam): p-{ukuran} p-4 = padding 1rem (16px)px-4 = padding kiri & kananpy-2 = padding atas & bawahpt-4 = padding atas (top)pr-4 = padding right/kananpb-4 = padding bottom/bawahpl-4 = padding left/kiriMargin (jarak luar): m-{ukuran} Sama seperti padding, m-4, mx-auto (untuk membuat elemen rata tengah secara horizontal), my-4, dll.Ukuran (Width & Height): w-full = lebar 100% w-1/2 = lebar 50% w-64 = lebar 256px (ukuran tetap) h-screen = tinggi 100% dari layarSkala Angka: 1=4px, 2=8px, 3=12px, 4=16px, 5=20px, 6=24px, dan seterusnya.b. Warna & Latar Belakang (Colors & Backgrounds) Latar Belakang: bg-{color}-{tone} bg-whitebg-blackbg-gray-100 (abu-abu sangat muda), bg-gray-500 (abu-abu sedang),bg-gray-900 (abu-abu gelap) bg-blue-500, bg-red-500, bg-green-500 Warna Teks: text-{color}-{tone}text-whitetext-gray-700text-blue-600 c. Tipografi (Font)Ukuran Teks: text-{size} text-sm (kecil)text-base (standar)text-lg (sedang)text-xl (besar)text-3xl (sangat besar) Ketebalan Font: font-{weight}font-lightfont-normalfont-mediumfont-semiboldfont-bold Perataan Teks:text-lefttext-centertext-right
Read More
Tutorial
Panduan ini akan fokus pada konsep membuat layout dengan Tailwind CSS. Bayangkan Tailwind CSS seperti kumpulan balok LEGO. Alih-alih membuat satu balok besar yang sudah jadi (seperti .card di CSS biasa), Anda menyusun banyak balok kecil (bg-white, p-4, rounded-lg) untuk membentuk komponen yang Anda inginkan. 1. Apa itu Tailwind CSS? (Konsep Utility-First)Di CSS tradisional, Anda mungkin menulis ini di file .css:/* style.css */ .my-button { background-color: blue; color: white; padding: 8px 16px; border-radius: 4px; } Lalu di HTML: <button class="my-button">Klik Saya</button> Di Tailwind CSS, Anda langsung menerapkan "kelas utilitas" di HTML: <button class="bg-blue-500 text-white py-2 px-4 rounded">Klik Saya</button> Tidak ada file CSS kustom yang dibutuhkan! Semua sudah ada di dalam kelas-kelas Tailwind. 2. Cara Mulai Menggunakan Tailwind CSS (Setup Cepat).Cara termudah untuk mencoba adalah dengan CDN. Cukup tambahkan satu baris ini di dalam tag <head> file HTML Anda.<!DOCTYPE html> <html lang="id"> <head> <meta charset="UTF-8"> <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0"> <title>Latihan Tailwind</title> <!-- Tambahkan baris ini --> <script src="https://cdn.tailwindcss.com"></script> </head> <body> <!-- Konten Anda di sini --> </body> </html>Sekarang Anda bisa langsung menggunakan semua kelas Tailwind!
Read More